DEWA POKER - Gara-gara aliran listrik padam, 120 siswa SMPN 5 di Jalan Ir H. Juanda, Samarinda, Kalimantan Timur, gagal mengikut ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mata pelajaran Bahasa Indonesia, pada Senin (9/5). Mestinya, mereka mengikuti ujian mulai pukul 08.00 WITA, tetapi ditunda hingga pukul 16.00 WITA.
120 siswa itu masuk pada sesi I, dari total 373 peserta UN di SMPN 5. Mereka terpaksa dibuat gigit jari, lantaran beberapa menit menjelang ujian, listrik mendadak padam. Padahal, saat dua kali uji coba sebelumnya berjalan lancar.
"Padamnya cuma di empat kelas itu saja. Semestinya sesi I ini ikut UN dari jam 8 sampai jam 10 pagi tadi. Listrik padam. Teknisi kita langsung cepat membenahi. Listrik normal lagi sekitar 30 menit kemudian," kata Ketua Panitia UNBK SMPN 5 Samarinda, Susan Widiati, kepada merdeka.com.
Susan menilai, padamnya listrik mempengaruhi konsentrasi peserta UNBK. Mereka yang sudah datang sejak pagi, terpaksa tidak berbuat apa-apa, disebabkan kendala teknis.
"Tentu berpengaruh ke konsentrasi anak-anak. Sudah siap ikut ujian pagi, terpaksa harus batal, diundur dan diputuskan ujian jam 16.00 WITA. Intinya, bahwa ujian hari pertama ini harus selesai hari ini juga," ujar Susan.
Dikatakan Susan, lantaran sesi I gagal terlaksana, maka diputuskan menggelar sesi II dan III. Secara umum, dua sesi itu tidak menemui kendala berarti, lantaran kelistrikan di 4 kelas UNBK, sudah kembali normal dengan menggunakan 120 komputer, baik komputer jinjing milik sekolah, siswa, maupun guru. Penyebab listrik padam, masih ditelusuri agar tidak terulang di UNBK hari kedua, Selasa (10/5) besok.
Menurut teknisi kelistrikan, Amat, masalah listrik padam itu diduga disebabkan lantaran komputer terlampau banyak.
"Dugaan sementara karena pengguna (komputer) yang ikut UN tidak imbang dengan ketersediaan listrik. Makanya terjadi korslet,"

No comments:
Post a Comment