Wednesday, May 11, 2016

Akom dan Setnov bisa dipanggil paksa jika mangkir sidang etik

 

DEWA POKERMalam ini komite etik Munaslub Golkar 2016 akan menggelar sidang etik terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan dua calon ketua umum Golkar. Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar Lawrence Siburian membenarkan akan ada dua caketum yang dipanggil yaituAde Komarudin (Akom) dan Setya Novanto (Setnov).
"Jadi, nanti di Hotel Inaya di Nusa Dua (Bali). Jamnya itu malam itu mungkin jam 7 malam," kata Lawrence saat dihubungi, Kamis (12/5).
Dia mengklaim, komite etik tidak akan loyo. Pihaknya bakal memanggil paksa jika Akom dan Setnov mangkir.
"Jelas dong bisa (panggil paksa) dan kita itu fair dan kita objektif, tetapi kalau misalnya Grand Melia itu karena temuan langsung dan diangkat oleh media, tapi yang satu orang itu karena tidak ada temuan langsung dan tidak diangkat," ucapnya.
Sidang nanti malam akan memperdalam semua laporan terkait pelanggaran etik, membeberkan terkait temuan pelanggaran, dan mengklarifikasi secara langsung ke pihak yang dituduhkan. "Sampai saat ini sekitar 8 sampai 10 pelaporan," tuturnya.
Lawrence menjelaskan komite etik melakukan semacam Operasi Tangkap Tangan (OTT) setelah mendapat informasi perihal pertemuan Akom dengan salah satu ketua DPD I Golkar. Sedangkan kasus lainnya temuan media dan dari pelapor.
"Pertama ada yang melapor, memang kita belum proses, karena kita akan melakukan rapat hari ini. Kenapa? karena kita ada acara di Medan dan lain-lain, jadi kita terpencar-pencar, baru hari ini kumpul di Bali maka kita akan rapat hari ini," ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Akom kedapatan bertemu dengan salah satu ketua DPD I Golkar di sebuah hotel. Komite akan mengklarifikasi isi pertemuan dan akan memberikan sanksi bila benar ada transaksi antara caketum dengan para ketua DPD I. Sedangkan kasus lainnya, terkait pernyataan Akom yang meneken surat tidak akan maju sebagai caketum Golkar jika menjadi ketua DPR.
Selain itu Setnov juga akan diklarifikasi terkait dugaan pelanggaran etik yang dia lakukan. Sejauh ini diduga Setnov mengumpulkan DPD I di Bogor untuk turnamen golf. Selain itu Setnov dituding mencatut nama Presiden Jokowi demi memuluskan jalannya meraih jabatan ketum Golkar.

No comments:

Post a Comment