Saturday, May 21, 2016

'Tanpa gelar Pahlawan penghormatan terhadap Soeharto tak berkurang'


DEWA POKERPartai Golkar memutuskan bakal memperjuangkan mantan Presiden Soehartountuk dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Menanggapi hal itu, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menyebut, wacana itu pernah muncul sebelumnya, namun kala itu terjadi pro kontra di masyarakat.

"Tentang Pak Harto sebagai Presiden kita, yang lalu juga pernah diusungkan gelar Pahlawan Nasional tetapi situasi politik yang terjadi pro kontra yang menjadi polemik di masyarakat," kata Ramadhan, di Tebet Jakarta Selatan, Sabtu (21/5).

Menurutnya, Soeharto pantas mendapat gelar tersebut. Namun, kata dia, mesti melihat situasi masyarakat kalau gelar tersebut diberikan dalam waktu dekat. 

"Tanpa gelar pahlawan, penghormatan terhadap Soeharto tidak berkurang kita adalah bangsa yang besar. Ini bukan kita mencari manusia yang sempurna kalau dicari jelas Pak Harto ada kelirunya ada khilaf nya. Tetapi sampai beliau terakhir mengundurkan diri beliau itu Presiden kita," terangnya.

Ramadhan mendambakan, tidak ada Presiden yang sempurna. Jika Presiden melakukan salah, bukan kesalahan tunggal yang darinya. Karena ada orang-orang yang membantu Presiden dalam melakukan tindakan tersebut.

"Mari kita hargai jasa dari Pak Harto tanpa kita melihat masa lalu dengan amarah dan dendam mencari-cari lengkap kesalahan. Tidak ada presiden yang sempurna. Di dunia tidak ada presiden yang semuanya pasti ada salahnya. Kalau pun ada salahnya bukan salah tunggal dari presiden tetapi ada pemabantu-pembantunya yang terlibat saat itu," tandasnya.

No comments:

Post a Comment