AGEN POKER ONLINE TERBAIK - Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama memutuskan untuk maju melalui jalur independen
dalam Pilkada 2017 mendatang. Keputusan tersebut diambil setelah
melakukan pembicaraan dengan Teman Ahok.
Dalam pertemuan
tersebut, Basuki atau akrab disapa Ahok sempat menanyakan kepada
relawannya apakah mungkin dirinya akan diusung oleh PDI Perjuangan.
Namun ternyata jawaban yang didapatkan mantan Bupati Belitung Timur ini
cukup mengagetkan.
"Ketika saya bilang, gimana kalau PDIP yang
mengusung saya? 'Waduh jangan pak, kalau ternyata dibohongin gimana pak?
Kami enggak bisa nolong bapak lagi loh pak. Kan ini mesti satu bulan di
depan (pendaftaran calon independen lebih awal dibandingkan calon yang
diusung partai)'," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/5).
Namun
keputusan maju jalur perseorangan, mantan Bupati Belitung Timur ini
menjelaskan, bukan berarti mereka tidak menerima dukungan partai. Sebab
lebih dari 50 persen Teman Ahok mendukung rencana dirinya diusung dari
partai berlambang banteng ini.
"Teman Ahok keberatan enggak saya
ikut PDIP? Lebih dari setengah enggak keberatan kok. Sekarang yang jadi
pertanyaan mereka, apakah benar-benar sungguh-sungguh mereka (PDIP) itu
mau ngusung saya? Kalau enggak gimana? Lewat dong," jelasnya.
Untuk
diketahui, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, Juni mendatang
pihaknya merencanakan melakukan pengangkatan petugas lapangan di tingkat
kecamatan dan kelurahan. Sedangkan untuk tahapan pendaftaran, dimulai
dengan menyerahkan dukungan oleh calon perseorangan.
"Kalau
tahapan calon perseorangan itu menyerahkan dukungannya pada 3-7 Agustus
menyerahkan dukungan ke KPU," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin
(16/5).
Usai menerima daftar dukungan tersebut, KPU DKI Jakarta
akan melakukan tahapan verifikasi administrasi dan faktual. Verifikasi
administrasi adalah melakukan pencocokan nama dan identitas diri dari
daftar dukungan yang diberikan calon perseorangan. Sedangkan, verifikasi
faktual adalah melakukan klarifikasi dukungan kepada warga sesuai
dengan identitas diri.
"Jadi kita datangin satu per satu, apakah
yang bersangkutan itu mendukung calon itu atau tidak. Terus kalau pada
pertengahan September tanggal 19-21 september itu pendaftaran calon
partai politik ataupun perseorangan mereka sama-sama mendaftar,"
terangnya.
Tahapan selanjutnya, Sumarno mengungkapkan, KPU DKI
Jakarta akan melakukan berkas administrasi dari calon Gubernur DKI
Jakarta, baik dari partai politik dan perseorangan. Setelah semua syarat
dipenuhi, maka penyelenggara pemilu akan melakukan pengocokan untuk
menentukan nomor urut.
"Setelah terpenuhi syarat-syarat baru kita
tetapkan penetapan calon. Setelah penetapan calon baru pemberian nomor
urut. Setelah itu akan dilakukan kampanye. Kampanye mulai 4 Oktober.
Tiga bulanan sampai tiga hari sebelum pemungutan suara,"

No comments:
Post a Comment