Sunday, May 8, 2016

SKK Migas prediksi negara raup Rp 39,2 T dari izin 18 blok migas


DEWA POKERSatuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), selama Januari-April 2016, telah menyetujui 18 rencana pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas). Pengembangan lapangan-lapangan tersebut mulai berproduksi (onstream) bervariasi antara 2016 hingga 2020.

Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z. Yunus, mengatakan akumulasi penerimaan negara dari produksi migas lapangan-lapangan tersebut mencapai USD 3,015 miliar atau Rp 39,2 triliun. Jumlah tersebut tidak termasuk dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian yang muncul karena proyek-proyek itu.

"Porsi bagian negara dari penerimaan bruto rata-rata lebih dari 60 persen," katanya dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (8/5).

Menurut Taslim, total investasi lapangan migas ini diperkirakan sebesar USD 1,496 miliar atau sekitar Rp 19,5 triliun. "Rencana pengembangan lapangan tersebut meliputi plan of development (PoD), plan of further development (PoFD), dan put on production (PoP)."

Sebanyak 16 lapangan berada di wilayah Barat, sisanya di wilayah Timur. Hal ini menunjukkan di wilayah Timur masih belum banyak dilakukan kegiatan. "Padahal, potensi di Timur sangat besar," kata dia.

SKK Migas mengestimasi kumulatif produksi minyak dan kondensat dari ke-18 pengembangan lapangan itu sebesar 45 juta barel. Sementara, produksi gas bumi diperkirakan sebanyak 271 miliar kaki kubik (BCF).

Taslim menambahkan, SKK Migas terus berupaya mempercepat persetujuan-persetujuan yang menjadi kewenangannya. Di tengah rendah harga minyak dunia, SKK Migas mendorong kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) untuk melakukan efisiensi program dengan menjadikan kegiatan penambahan cadangan dan produksi migas sebagai prioritas.

No comments:

Post a Comment