DEWA POKER - Setelah kunjungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Surabaya, isu Wali Kota Tri Rismaharini bakal maju Pilgub DKI makin kuat. Nyatanya, peluang Risma untuk maju Pilgub DKI memang terbuka lebar.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap Risma memang punya kedekatan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Kedekatan antara Ibu Megawati dengan Ibu Risma itu kan sudah sangat lama. Bahkan, mengapa Ibu Risma bisa menjadi Wali Kota Surabaya, yang saat itu tidak masuk dalam pertimbangan, karena Ibu melihat apa yang ada di Bu Risma, karena dia seorang arsitek, dan juga sebagai (mantan) kepala Dinas Pertamanan, itu bisa menjabarkan gagasan Ibu dalam perspektif tata kota melalui wong cilik," kata Hasto kepada wartawan usai menghadiri acara di Hotel Double Tree By Hilton, Cikini, Jakarta, Senin (2/5/2016).
"Naik sampai ketika kunjungan ke Surabaya, karena kedua-duanya mencintai tanaman, pertemuan. Oleh iklim yang sangat bagus, yang seharusnya bangsa ini tak boleh ada rakyat kelaparan. Pesan-pesan ini yang disampaikan. Sehingga kalau kita berbicara dua sarana yang efektif bagi rakyat untuk saling berdialog, di situ oksigennya sangat baik sebagai paru-paru kota," sambung Hasto.
Lalu apakah kunjungan itu berarti Megawati sedang menjemput Risma ke Pilgub DKI? Hasto menilai spekulasi itu sangat jauh, namun ia tak memungkiri Risma punya kesempatan untuk ikut kontestasi Pilgub DKI.
"Itu pemaknaan yang sangat jauh. Bahwa di dalam proses penjaringan kepala daerah, PDIP memberikan kesempatan yang sama bagi kepala daerah yang berhasil untuk memberikan sumbangan pikiran baik bagi DKI, mengingat DKI milik bersama. Sehingga Bu Risma, Pak Hasto Wardoyo, Pak Azwar Anas, Budi Sulistyono dari Ngawi, Nurdin dari Bantaeng, termasuk Ridwan Kamil sendiri yang menjadi sahabat PDIP, mereka punya kesempatan untuk ikut kontestasi, dan menyampaikan gagasan-gagasan terbaik," katanya.
Namun ada dua proses yang sedang berjalan menuju Pilkada 2017 dan Pilgub DKI khususnya. Proses pertama adalah penjaringan cagub DKI yang digelar DPD PDIP DKI Jakarta. Nah, yang kedua adalah pintu DPP PDIP.
"Untuk menjadi kepala daerah, DPP sesuai kewenangan yang ada membuka pintu untuk menyatukan antara apa yang diharapkan masyarakat DKI dengan yang ingin dimunculkan PDIP," kata Hasto.
Lalu kapan PDIP akan menetapkan pasangan calon cagub dan cawagub DKI?
"Saya pikir kita punya waktu yang cukup panjang, karena pembahasan RUU Pilkada itu. Kami masih punya cukup waktu. Karena DKI sebagai milik bersama itu skala prioritas untuk gotong royong. Ini menjadi penting," pungkasnya.


No comments:
Post a Comment