Friday, May 20, 2016

Gerindra & PAN sepakat tak dukung Ahok, Golkar masih malu-malu

DEWA POKERPartai politik terus bermanuver mencari pesaing calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017. Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah bertemu untuk menyamakan pandangan soal Pilgub DKI 2017 yang waktunya kian mepet.

Pada Rabu (18/5) kemarin, partai besutan Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan itu telah menyepakati tidak mendukung calon incumbent Ahok sebagai gubernur DKI periode 2017-2022.

Ketua Tim Penjaringan Cagub DKI Partai Gerindra, Syarif mengatakan, pertemuan itu diwakili Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo.

"Kemarin mereka mampir untuk bersilaturahim dan penjajakan koalisi," kata Syarif saat dihubungi, Jakarta, Kamis (19/5).

Dia mengungkapkan, silaturahmi tersebut merupakan langkah awal yang dilakukan kedua partai sebelum nantinya resmi berkoalisi.

"Jadi dengan PAN kita baru penjajakan koalisi dulu dan menyamakan persepsi. Hasilnya yaitu sama, PAN tidak ke Ahok," terangnya.

Berbeda dengan Partai Gerindra dan PAN, Partai Golkar masih malu-malu untuk menentukan sikap mendukung Ahok di Pilgub DKI Jakarta. Partai berlambang pohon beringin ini mengaku tengah melakukan survei bakal calon gubernur yang cocok untuk diusung.

"Golkar DKI akan melaporkan hasil survei calon-calon gubernur yang dilakukan oleh Partai golkar DKI. Hasil dari wawancara dan tanya jawab kepada 1.200 responden di seluruh DKI sampai kepulauan seribu melalui multistage random sampling," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Zainuddin saat dihubungi, Rabu (18/5).

Tujuan survei untuk mencari tokoh yang disenangi dan punya elektabilitas tinggi di masyarakat. Nantinya, hasil survei ini akan disampaikan langsung Ketua Umum terpilih, Setya Novanto (Setnov) untuk ditindak lanjuti.

"Dari survei ini kita akan tahu siapa tokoh yang disenangi oleh masyarakat Jakarta dan pas untuk jadi gubernur. Kita akan sampaikan kepada Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto," jelasnya.

Secara terpisah, politisi Golkar Firman Soebagyo menegaskan, partainya belum menemukan satu nama yang kuat untuk diusung. Meski demikian, nama-nama yang belakangan muncul dan menyatakan ingin maju Pilgub DKI menjadi pertimbangan termasuk calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Kemungkinan bisa selalu terjadi (mendukung Ahok), dulu Pak Ahok pernah menjadi Fraksi Golkar. Memang kalau lihat karakter orangnya meledak-ledak, tentunya kalau itu nanti katakanlah Ahok menjadi calon dari Golkar, tentunya Golkar akan memberikan masukan-masukan bahwa karakteristik seorang pemimpin harus soft tidak boleh seperti itu. Kan kita harus menghormati culture budaya Betawi. Tidak bisa disamakan dengan kelompok Ahok," ungkapnya.

Partai Golkar selama ini terlihat lebih pasif di tengah aksi manuver partai politik menjelang Pilgub DKI tahun depan. Di pentas Pilgub DKI, Partai berlambang pohon beringin ini harus berkoalisi dengan partai lain. Sebab Partai Golkar hanya memiliki 9 kursi di dewan dan syarat untuk mengusung calon minimal harus mengantongi 22 kursi.

No comments:

Post a Comment