DEWA POKER012 Aburizal Bakrie (Ical) memberikan pidato politiknya terakhir sebagai ketua umum dalam Munaslub Partai Golkar di Bali. Jabatan sebagai ketua umum akan digantikan salah satu dari delapan calon kandidat. Posisi Ical masih simpang siur, tergantung nakhoda baru Partai Golkar.
Lalu jabatan apa yang cocok untuk Ical jika telah lengser dari Ketum Golkar? Banyak pihak mulai memprediksi Ical akan ditugaskan di pos-pos strategis, seperti Dewan Pertimbangan Partai Golkar. Seperti diungkapkan pengamat politik dari lembaga Populi Center Usep S Ahyar.
Usep mengatakan, peluang Ical dijadikan Ketua Dewan Pertimbangan cukup besar. Sebab, Ical memiliki relasi politik dengan para calon ketua umum dalam meloloskan mereka. Sehingga, jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pertimbangan bisa jadi akan diduduki Ical.
"Karena strategis di dewan pertimbangan, saya kira calon-calon yang ada punya relasi politik dgn Ical. Untuk meloloskan 8 calon ini dari saringan itu kan ada proses politik juga. Dan dewan pertimbangan lebih strategis dibanding penasehat," kata Usep saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (14/5) kemarin.
Dia menilai, pertimbangan Ical akan ditugaskan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan adalah untuk menghormati tokoh yang telah berjasa bagi partai. Terlebih, lanjut Usep, mantan Menkokesra ini tergolong kader senior partai Golkar.
"Struktur dewan pertimbangan atau penasihat untuk menghormati orang yang telah berjasa untuk Golkar. Pasti itu pertimbangan-pertimbangan itu," jelasnya.
Meski demikian, Usep beranggapan agar posisi penting seperti dewan pertimbangan atau penasehat partai diberikan kepada tokoh netral dan minim bersinggungan dengan konflik.
"Tokoh-tokoh yang didengar yang bersih atau aktor yang terlibat konflik di masa lalu, Agung atau Ical. Ada tokoh yang relatif netral dan jernih memajukan partai ke depan," pungkas Usep.

No comments:
Post a Comment