AGEN JUDI ONLINE TERBAIK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen (Pol) Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Jika terpilih menjadi orang nomor satu di institusi Polri, maka akpol lulusan 1987 ini melangkahi empat angkatan di atasnya.
Hal ini menjadi tradisi baru dalam institusi Polri. Sebab, pada umumnya pemegang tongkat estafet Tribrata-1 merupakan dua tingkat di atas Kapolri sebelumnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berpendapat, pemilihan Tito pastinya sudah mengikuti proses dalam jenjang kepolisian. Sehingga dipastikan kepolisian dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara benar dan dapat berkoordinasi dengan institusi lainnya.
"Tidak mungkin seorang bintang tiga tidak lalui jenjang karir yang beragam dan tentu bisa jalankan komitmen yang bersangkutan," ujar Ibas di Tangerang, Kamis malam kemarin.
Oleh karena itu, anak Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berharap di bawah kepemimpinan Tito instasi seperti TNI dan Polri dapat bekerja sama dengan baik. Dipilihnya Komjen Tito sebagai calon Kapolri harus didukung para jenderal yang menjadi seniornya.
"Saya harap dan yakin siapapun yang jadi kapolri apa junior senior harus mampu bersinergi dengan baik. Melakukan like or dislike didasarkan pada profesionalisme dan prestasi yang ada," jelasnya.
Tito tercatat sebagai bintang tiga termuda di Kepolisian. Kondisi ini juga mengundang kekhawatiran terjadinya gonjang ganjing di internal kepolisian karena dipimpin jenderal yang lebih muda.




